#2. Pengenalan Masa SMP
Tahun
2000 Silam, aku masuk ke Sekolah Menegah Pertama favorit ke 3 dari sekolah
dikota ku. Disana aku masuk dengan cara menyuap, ya karena nilai ku saat SD
dulu sangat rendah, lebih tepatnya beli bangkau kata orang sini. Hal pertama
yang ada dipikiran ku, sekolah ditempat favorit seperti ini, apakah tidak
terlalu tinggi buat saya, tapi rasa itu hilang ketika aku bertemu dengan Ulin
Nuha, orang terpandai dan nyentrik dan juga gaul.
Ulin
Nuha, dia sangat pandai dalam menghitung dan semua mata pelajaran dia kuasai,
dan akhirnya dia pun seperti kasihan kepada aku, dan dia mengajak menjadi
temannya, aku pun berteman dekat degan dia. Hari hari berlalu, aku mulai akrab
dengan dia, aku sering kerumah dia walaupun jauh dan ditempuh dengan sepeda,
disana sekedar belajar kelompok dan bercanda gurau. Sering kali aku bersama dia
pergi untuk renang dan olah raga dimana notabane nya saya tidak suka olah raga.
Saat
masih kelas satu, aku selalu disindir oleh teman-teman kalau aku masuk dengan
uang sogokan, dan itu terjadi hampir kepada 20 murid yang lainnya yang seperti
saya, suatu ketika, Ulin pun berbicara, “Ji, ubah menset mereka kalau orang
yang masuk disini dengan sogokan bukan semuanya bodoh.” Ucap Ulin ketika
didekat sungai habis berenang. Dari mulai itu aku ada dorongan untuk mulai
belajar, belajar dan belajar, tak henti henti mencari celah prestasi. Kelas
satu aku ambil extra musik bersama Ulin, dan menunjukkan bakat musik ku kepada
semua siswa di SMP itu, alhasil aku dan ulin diambil oleh guru musik untuk
dibuatkan band musik khusus SMP kala itu, kemudian aku bertemu dengan Wawan,
Panji dan Ari, kita bermain bareng dan bermusik bareng. Alhasil band kami juara
2 Festival musik tingkat kabupaten, dan juara 3 tingkat provinsi kala itu. Ulin
sebagai gitaris terpopuler kala itu, dan aku sebagai Basisnya.
Kelas
dua, grup kami dibuatkan orcestra musik kerocong dan sebagai pengiring musik
pertemuan Bupati dan pihak sekolah. Hati sangat senang karena saya sebagai
orang yang masuk karena sogokan bisa tampil mewakili sekolah. Tapi masih ada
rasa, dan kurang dan aku berfikiran,”Harus mendapatkan prestasi lagi, sebanyak
mungkin.” Ucap ku kala itu, dan benar kelas 2 aku diambil guru olahraga untuk
mewakili dalam kejuaran tingkat Kabupaten saat itu, walaupun nootabane nya saya
tidak suka olahraga, tapi untuk membuktikannya kepada semua siswa bahwa orang
sogokan seperti saya bisa mendapatkan banyak prestai,lalu akhirnya saya ambil
saja. Alhasil aku menjuarai di dua nomer cabang olahraga, yaitu lempar cakram
mendapatkan juara 2 dan tolak peluru pada nomer 1, dan aku sangat bahagia
sekali.
Kelas
tiga, aku pun semangat belajarnya dan berhasil menjuarai nilai UN dengan jumlah
37,38 empat mata pelajaran, sangat bangga saat itu karena sekali lagi, aku
seorang yang masuk karena sogokan bukan bearti saya bodoh.
Di SMP
ini aku sangat disegani dan di hormati, karena selain prestasi dalam pelajaran,
Seni dan olahraga, aku juga seorang yang brutal. Sering ikut dan mengkomando
tawuran dengan SMP lain, dan saat kelas 2 aku babak belur namun tetap berdiri
sebagai pmenang. Saat kelas tiga ada tawuran lagi antara kelas 1 dan dua SMP ku
melawan kelas 1 dan dua SMP lain, dan ternyata pemimpin mereka adalah Dika yang
notabane nya pernah aku kalahkan dan kami berdua dilarang ikut dalam tawuran
itu. Hehehe
Kemudian
saat SMA, temen ku panji dkk, hampir semua siswa disana mengharap bisa satu SMA
lagi bersama ku, namun aku pun bersama beberapa teman memutuskan untuk
mendaftar ke luar kota. Ulin juga
berpisah dengan ku, dia sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Penerbangan
pesawat bagian IT dan berbeda kota dengan ku yang masuk ke SMK teknik
multimedia bagian Analis Sistem dan Project Film. Wawan di SMK dalam kota
sendiri, sedangkan panji dan hampir semua teman ada di SMA didalam kota
sendiri. Sekarang,
Ulin Nuha sudah masuk kedalam Tentara Angkatan Darat, dan kabar terakhir masih
dalam Akademi Militer di magelang, Selamat buat teman baikku.
“Jangan
merasa kecil jika belum pernah mencoba merubah dunia, sekecil apapun
perubahannya, akan membanggakan dirimudan sebagai bibit untuk merubah dunia
yang besar.”

Komentar
Posting Komentar